Beberapa hari terakhir di milis beredar kampanye “Sehari Tanpa Televisi”. Kampanye ini bertujuan mengurangi ketergantungan anak-anak pada TV, dan sebagai ungkapan keprihatinan terhadap siaran-siaran televisi di Indonesia yg tidak berkualitas. Lebih jauh lagi disebutkan dalam kampanye itu bahwa makna Hari Tanpa TV adalah keluarga mendapat kesempatan berharga untuk melakukan aktivitas bersama tanpa gangguan TV, dan sebagai wujud nyata dari kesadaran pentingnya bermedia secara cerdas dan kritis.
Membaca nama kampanyenya, saya mengerutkan dagu. Membaca tujuannya, saya mengerutkan kening. Kesempatan berharga untuk melakukan aktifitas bersama tanpa gangguan TV, cuma sehari? Ada efeknyakah?
